Untitled Document
Kerja Sama Kementerian Pertanian dan TNI Dievaluasi DPR



Update : 2017-03-28


JAKARTA - Kerja sama dalam bidang pangan antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI bakal dievaluasi oleh DPR. Pasalnya, banyak temuan yang perlu ditindaklanjuti serta adanya pengawasan.

"Kami sedang mengevaluasi perluasan kerja sama Kementerian Pertanian dengan TNI yang dalam perjalannya banyak temuan yang harus ditindak lanjuti pengawasan kami," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Adapun kerjasama antara TNI dengan Kementan itu adalah dalam pengawalan upaya khusus jagung, padi, serapan gabah dan cetak sawah. Sehingga, ketiga hal tersebut sedang dievaluasi, termasuk anggarannya dari Kementan. "Saya kira niatnya bagus, tapi apakah ini tupoksinya TNI," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR ini.

Dirinya pun mengaku tidak mengerti dengan latar belakang lahirnya gagasan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang ingin membentuk Sentra Pelayanan Petani Padi Terpadu (SP3T). Sebab, jika dari indikator yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sudah cukup berhasil. "Meski ada beberapa komoditas yang perlu kerja keras seperti kedelai dan daging sapi," katanya.

Maka itu, dia menganjurkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk fokus terhadap pertahanan negara sesuai dengan apa yang telah dipresentasikannya, yakni ancaman keamanan dan kedaulatan negara kedepan semakin kompleks. "Dan perlu penanganan yang lebih seksama serta profesional," pungkasnya.

Diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku akan membentuk Sentra Pelayanan Petani Padi Terpadu (SP3T) untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait swasembada pangan pada 2017.
Untitled Document


PERATURAN DAERAH


VIDEO DINAS PERTANIAN KAB. MAMASA

Untitled Document Untitled Document